SIAPKAH KALIAN BERMANUVER UNTUK HIDUP INI ?
Niat yang hanya awal membayar pajak motor di
Banten,tapi berujung nasehat yang cukup gila. Saya merasakan aura bapak saat
masih muda disini. Tapi bedanya ini lebih keras dan membuat otak seperti
dicambuk. Mendapatkan kesadaran lagi
untuk hidup dan kuliah ini. Tidak sebatas individual dan mengenyangkan perut
diri sendiri. Saya juga ingin berbagi ilmu ini. Biarlah kalian menyimpulkan.
Ilmunya sebenarnya semua orang juga tahu dan itu memang dasar. Yang membuat
trenyuh hati adalah kharisma dia dalam menasehati saya. Jujur bangun saya kaget
dengan sikap yang tidak biasa. Ternyata itu pengantar sebelum akhirnya kami
ngopi dan merokok bersama.
Saat bangun, saya masih memakai blangkon.Saat menuju
kamar mandi,tiba tiba “mana STNK ca”ucap dia.Lantas saya berikan dan “loh,ntar
aku aja yang kesamsat om”ucapku. “Lah kamu aja ga nyambung,orang nyambung tuh
ini diklip jadi satu biar rapih”balas dia dengan intonasi tinggi. Dalam hati
saya”anjir,baru bangun nih,ntar bisa kali gua rapihin”. “Coba buka blangkon
kamu,cukur ya kamu,dirapihin diri kamu”kata dia. “Aduh,ntar dulu om,baru mau
manjangin rambut”balasku. “ Udah ga usah ngeyel,cukur kamu”balasnya lagi. Mata
masih merem melek langsung digituin. Beneran ngeri hha , disuruh cukur oleh seorang KOPASUS
dan nyuruhnya dengan intonasi tinggi. Berlagak orang bego adalah hal
yang paling kepepet saya lakukan. Selanjutnya
makan dan saya dipanggil ke ruang depan. Sudah mulai santai,serius dan memulai
acara ngopi plus rokok.
Dari inti ke semua yang dia terangkan kembali sebenarnya pada kuliah saya dan merantau.Ibaratnya
saya adalah cucu pertama mbah kakung dan putri dari keluarga ibu yang merantau.
Bisa dibilang acuan,bisa dibilang wayang,senjata bunuh dari, tapi kalau berhasil
nama orang tua saya akan sangat tinggi.
Karna dari keluarga itu,sisi materi sangat diperhitungkan.Seperti pada tulisan
sebelumnya,yang saya takutkan adalah seperti mengejar duniawi. Tingkat kesuksesan orang
akan berproses dari umur ibaratnya kita hitung dari 20 tahun.Pada umur 30 akan
mulai nterlihat orang itu akan sukses atau tidak. 30-35 akan naik turun dan
padaumur 40 tahun kesuksesan akan sampai puncaknya. Tinggal bisa bertahan atau
turun. Yang perlu diingat adalah dalam berproses waktu akan sangat cepat.Umur
20 tahun ke 30 akan sangat tidak terasa. Cepat cepatlah kalian bermanuver dalam
hal ini. Jangan setelah lulus kuliah.
Ketika orang Indonesia masih memandang penampilan
sebagai tolak ukur,maka penampilan dimasukan dalam perhitungan. Yang pertama
penampilan dan kedua adalah karakter. Orang dengan rambut gondrong masih dilihat
sebagai preman dan bandar. Orang rapih dipandang sebagai calon calon pengusaha.Gambarannya
begitu. Dia bercerita dari beberapa perusahaan yang dipegang,para bos itu tidak
butuh yang pintar. Karna yang pintar sudah banyak di universitas-universitas.
Cerdik.Orang pintar biasanya sok kemintar. Lain lagi adalah
loyal. Loyalitas dan berkarakter adalah hal penting.Dia pun memberi tahu,para
bos itu tidak bertanya banyak dalam interviewcalon pekerja. Ia hanya lihat
apa motivasinya dan bagaimana karakter.
Orang tua. Biarkan kita mulai lepas dari tanggungan
orang tua karna mereka sudah mulai menua. Tumbuhkan motivasi-motivasi itu. Dari
percakapan itu,jujur saya meneteskan air mata kalau mengingat orang tua. Begitu
banyaknya omongan kasar dan sering menyakiti mereka.Maaf pak,bu.
Terima kasih telah melahirkan orang dengan pemikiran
hidup sekeras dan sekeren ini. Sederhana tapi kalau menyederhanakan juga akan
rusak. Diujung pembicaraan dia berpesan”gunakan hartamu untuk menggabungkan
keharmonisan antar manusia. Ini hanya titipan. Jangan memikirkan perut sendiri
melulu”.
Saya mau kembali ke Jakarta dulu. Sebenarnya ada
kuliah tapi ternyata dapat kuliah pagi yang membuat perut kenyang. On The Way
Jakarta.Bismillah
Siapkah kalian bermanuver
untuk hidup ini?


Komentar
Posting Komentar