SENJA DI KOTA TUA HARI INI
Kotanya
sudah terlalu tua dan usang. Tetapi kotanya sudah terlalu ramai untuk disebut
Kota Tua. Sisi sejarahnya ditutupi oleh atmosfer orang mencari rezeki. Para
pengamen yang menjadi pengisi suara di kawasan dan penjaja kopi memberi fasilitas
minuman hangat serta dingin. Kompilasi antara hiburan,kebutuhan serta
keberputaran uang dalam suatu kawasan. Yang dirasakan menjadi kawasan tempat
berkumpulnya kaum proletar bersaing. Untungnya ada yang menyatukan mereka.
Untuk para pengamen digabung dalam suatu komunitas. Dari keuntungan itu,saya
merasa rugi harus membayar mereka secara terus-menerus. Mereka butuh uang dan
saya butuh ketenangan menikmati spot tersebut. Proletar yang menjelma menjadi
borju-borju kecil. Memaksa pengunjung memberikan uang mereka secara bertahap.
Yang bertahap dan terus menerus dalam hal ini sangat menggerus kantong
mahasiswa. Kasihan nasibmu bang (curahan anak kos). Mereka calon bos-bos kecil
yang sangat berdampak bagi kemaslahatan kaum kecil.
Sebenarnya
senja belum terbit dari ufuknya. Hanya menjelang. Senja Kota Tua pernah saya
dapatkan kala baru mendapatkan teman perempuan di kota Yogyakarta. Mungkin
senja sore ini tidak saya dapat karena sudah tidak menjalin komunikasi dengan
seorang perempuan manapun. Rindu terbesit memikirkan masa depan yang kosong.
Menantikan mata yang indah dengan rambut nya yang tergerai. Susah,susah hhhha
Kala
memikirkan atmosfer orang mencari rezeki,susah pula mendapatkan solusi harus
dikemanakan agar saya dapat ketenangan di spot bersejarah itu. Jika
diusir,mungkin dalam perjalanan jauh akan dibegal,dijambret dan kemungkinan
lain yang meregang nyawa. Ketika sudah dibentuk komunitas tinggal kemana mereka
dibawa? Ada saran tidak agar mereka tidak masuk kawasan tersebut? . Ya
ujung-ujungnya hanya kebuntuan harus dibawa kemana hubungan mereka dengan
rezeki mereka. Jika mereka diarahkan untuk masuk kantor-kantor pun,tubuh mereka
sudah terkontaminasi oleh tato dan telinga mereka pun sudah dilobangi. Tato itu
apa? Menggambarkan kejantananmu? Ini lo saya,pemilik wilayah sini,begitukah?
Kota
ini semakin tua,semakin tertata,tapi semakin muda dan banyak orang menentang.
Aparat pun tak bisa meredam jika seluruh pengamen itu bersatu. Hanya Tuhan yang
bisa berkata. Sudah menentang,tapi penghasilan pun tak seberapa. Penjaja kopi
berkata” dulu sih,waktu masih boleh 24 jam berjualan,hasilnya lumayan,bisa
sampai 200 ribu bang”. 200 ribu selama 24 jam? . Oh,masa depan,sungguh kau
sangat mengerikan. Benar halnya,sebaiknya kita tak membayangkan. Jalani saja
dulu dengan banyak bertawakal. Itu lebih baik. Jangan lupa kau sopan dengan
orang dan berilah walaupun sedekit rezekimu kepada yang lebih membutuhkan.
Dunia ini sangat banyak kemungkinan yang sama sekali tak terduga. 1 detik
kalian membicarakan hal yang tak mungkin,bisa saja detik berikutnya itu
terwujud. Ingat kau punya Tuhan untuk bercurah hati dan atas_NYA yang membentuk
tubuh serta memberi roh untukmu.


Komentar
Posting Komentar