KONSEPSI JATI DIRI ?
| KOTA BANJARNEGARA 2013 |
Umurmu
semakin bertambah. Ucapan “jangan terlalu lama mencari jati diri ca,nanti masa
suksesmu lewat hanya karena terlalu lama mencari jati diri. Hakikat dan
definisinya apa? Malam ini tanpa bintang dan jalanan Jakarta sangat lengang.
Pasar Kramat Jati pun mulai dipadati pengunjung yang akan membeli ikan. Dini
hari yang mengasyikan. Ikan segar yang pedagang jual di pasar memberi kesegaran
juga yang melihatnya. Hanya bau amis yang menganggu.
Dahulu,
kala kalian masih bersekolah di SMA, orang tua mengatakan bahwa itu adalah masa
yang labil. Masa dimana kita mencari siapa sebenarnya kita. Masa-masa dimana
kita harus memilih jalan jadi orang baik atau buruk. Rentan-rentannya pergaulan
bebas dan lain-lain. Masa transisi untuk menuju kedewasaan. Tapi semakin
bertambah umur,kalian pernah tidak berpikir,apa sebenarnya jati diri?
Di
perjalanan saya menuju Depok,terpikirkan masalah ini. Yang kalau dipikirkan
lebih dalam akan nihil jawabannya. Bentuk jati diri itu bagaimana? Saya tambah
bingung,apakah saya sudah tau jati diri saya sendiri?
Sepertinya
jati diri itu lebih pada karakter seseorang. Ini menurut saya,apabila ada saran
lain,silahkan beri masukan, kawan.
Lebih
pada karakter sesorang. Jangan mengikuti arah zaman tapi bukan egois pada diri
sendiri. Uang pun pasti berasal dari teman,bisnis pun dari teman,tidak mungkin
dari yang lain. Ada masanya kalian
menjauh dari teman dan membutuhkan teman. Sepertinya fase hidup memang begitu.
Bukan karna hanya datang saat butuh,ini hal lain yang dikecualikan. Semua
kejadian hidup selalu ada masanya masing-masing. Tidak melulu konsisten disitu.
Jika hidupmu penuh konsisten,ibaratnya dia tidak mau berpikir maju dan hanya
memikiran saya sudah punya rumah 2 nih,saya sudah mempunya mobil 3 nih. Hidup
memang sangat cepat perputarannya dan sangat berbahaya. Waktu 1 tahun sangat
tidak terasa jika berproses. Sama halnya saat kita masih sekolah SMA dan
mencari jati diri,eh sekarang sudah hampir lulus kuliah. Hampir lulus kuliah
pun baru terpikirkan hal akan jati diri dan tidak tahu menahu apakah sudah
menemukan jati diri.
Hidup bahagia
memang jangan dengarkann omongan orang lain. Anggaplah sambil lalu tapi tetap
memberi. Omongan orang tidak selamanya buruk. Tapi masalah menerima saran
mereka atau tidak,diri sendiri lah tetap yang memutuskan. Mungkin orang
berfikir saya egois,tapi itu tidak seperti yang kalian pikirkan. Dan saya
menganggap itu sambil lalu,karena ada kalanya kita masuk dalam fase “sombong” .


Komentar
Posting Komentar