ENTAHLAH



             
   Malam ini di hari yang dengan cuaca hujan disertai badai,saya menemukan keputusasaan dalam hidup kembali. Berdiam diri sebagai anak kos sungguh suasana yang menyenangkan dan dilema. Dilemakan oleh malam langit Jakarta. Sisa-sisa reruntuhan air dari langit yang memberi berkah agar umatnya segera beristirahat. Saya tidak ingin pulang ke kampung halaman yang menjemukan,tapi saya menemukan kejemuan saat melangkah. Ingin rasanya bercerita tapi seperti tak ada yang perlu diceritakan. Di pikiran saya saat ini hanya ingin bermusik. Saya mulai bosan  dengan teori teori sastra yang seabrek. Dituntut mengerti agar mendapat nilai yang baik. Saya tak butuh nilai itu. Fana.
                Teori hanya membuat sesuatu terbatasi. Genre dalam bermusik pun hanya seperti membatasi berkarya. Munafik. Penjilat.

                Mas,itu genrenya apa?

    Ga penting

Kala motor masih sehat,solusi dari perasaan tidak jelas ini adalah jalan. 0 Km Sabang
mungkin tempat yang indah jika ada rejeki dan kamu seorang. Orang yang dicinta hanya satu. Jangan sampai mempermainkan wanita,karena lelaki pun akan sakit jika dipermainkan. Sama-sama berpikir sebagai manusia yang mempunyai nalar. Tapi orang-orang yang tulus lebih banyak menjomblo,mungkin Tuhan belum bosan,melihat tingkah kita.  Dan hal yang paling benci adalah ketika pertemanaan menjauh karena hal percintaan. Menjadi teman adalah hal tersulit dan terindah.

Komentar

Postingan Populer