PERJALANAN 443 KM dengan MOTOR BEBEK Part 2
Puwokerto
dini hari kala itu sudah sepi,hanya pemuda yang sekedar tongkrong di warung
kopi menikmati malam. Untuk bahan bakar saya mengisi pertamax di Kebumen 20
ribu. Saat sampai Purwokerto baru kurang sekitar beberapa strip. Tapi untuk
jaga-jaga daripada habis dan tidak ada pom bensin , saya isi lagi 15 ribu
Pertamax. Perjalanan pun berlanjut. Saya bersyukur ban luar depan dan belakang
baru saja diganti setelah 2 tahun tidak pernah diganti karena pemakaian dalam
kota. Ban depan dan belakang memakai merek IRC. Kalau ban dalemnya masih sama
dan tidak diganti hehe. Hitung-hitung ngirit. Asal ban luar aman dan
cengkramannya masih yahut (dikira ban tubelles kali haha).
Saat di
perjalanan saya tidak sengaja mendengar percakapn orang “eh,wengi iki,hawane
lagi adem yo (eh,malam ini hawanya lagi dingin ya)”. Tapi badan saya kala itu
masih baik baik saja dan panas tubuh masih normal (sotoy). Sekitar jam 3 dini
hari,saya baru merasakan dingin dan itu sangat berpengaruh pada riding kita.
Fokusnya jadi terbagi,antara menhalau dingin dan kendaraan kendaraan yang ada.
Singkatnya akhirnya saya memutuskan menepi untuk merangkap kaos lagi. Saya
merangkap 3 kaos dan memakai jaket Honda Bikers Day 2014. Itupun saya masih
belum fokus karena dinginnya masih tembus ke paha. Ceritanya mentang-mentang
memakai motor bebek,saya tidak memakai protector tangan dan kaki. Jadi ya
anginnya masuk dari mana mana. Hal yang ditakutkan adalah kena angin duduk.
Soalnya nafas mulai terasa sesak. Jam 4 mendekati subuh saya sudah sampai Pejagan
Brebes dan memustuskan untuk rest lagi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Rest di masjid
(saya lupa namanya) dan selepas sholat subuh tak terasa saya terlelap di depan
masjid. Saat membuka mata ternyata sudah pukul 05.30 pagi hari. Selamat pagi
brebes kala itu.
Perjalanan
pun dilanjutkan dan adrenalin mulai terpacu kembali saat memasuki jalur
pantura. Truk truk raksasa dan bis bis Cirebon penguasa pantura harus sangat
diwaspadai. Perjalanan kali ini, saya lebih ambil lajur kiri karena bahaya
juga,motor kecil kalo sebelah kanan. Lebih menikmati perjalanan sih kali
ini.Rest kembali saat akan memasuki Palimanan untuk sarapan pagi. Berhenti di
Restoran Minangkabau apa gitu,lupa namanya (jadi inget masakan rendang ibu
teman saya). Sejenak diajak ngobrol oleh mas-mas restoran tersebut. Dia memberi
tahu sekitar jarak 1 KM biasanya sering ada polisi dan menilang apapun yang dia
hendaki hahaha ( saya juga udah paham mas hhe). Dia pun member nasehat nanti
kalau di depan ada polisi,mendingan jangan dilanjut. Menepi dulu aja ke warung
untuk ngopi-ngopi sambil nunggu kelar razia tersebut. Saya hanya manut dan
mendengarkan nasehat tersebut ( dalam hati sih persetan,kalau mau tilang,ambil
aja STNK nya,itung itung besok bisa main lagi ke Cirebon sambil sidang).
Latihanlah untuk tidak kasih uang sogokan ke polisi. Kalau kamu merasa benar
dan polisi tersebut tetap menilang,kasih aja dan liat surat tilangnya apa
kesalahanmu. Disambi berpikir postiv aja. Haram kan dia yang nanggung.
Positifnya kita bisa jalan jalan ke Cirebon. Nanti kali kesitu ke tilang
lagi,ya itu urusanmu hehehe. Alhamdulillah selama perjalanan di jalur Pantura
sama sekali tidak ada polisi. Perjalanan pun diteruskan dan mendarat dengan
aman pukul 13.00 siang.
Total
berarti saya mengisi 15 ribuan 5 kali/Pertamax adalah 75 ribu. Pokoknya sampai
di Jakarta, bensin saya full tank. Untuk waktu tempuh total 12 jam.
Kelebihannya memakai motor bebek itu saat sudah sampai daerah cikampek,lebih
leluasa salip salip di kemacetan. Apalagi saat memasuki bekasi,cakung pasti
macet. Tangan lebih dimanjakan dengan bobot motor yang ringan,dan nafsu kebut
kebutan pun menurun kalau memakai motor bebek. Kelemahannya posisi duduk kita
saat riding tidak enak.Lebih membungkuk dan anda akan mengalami kerusakan
tulang belakang kalau dilakukan terus-terusan hhha. Dan lagi,akan mengalami
kejenuhan yang mendalam saat di jalur Pantura. Kamu tidak bisa blayer-blayer
dan lebih stabil berkendaranya. Sumpah itu bikin jenuh kalau perjalanan jauh
(tidak bisa pecicilan ). Itu aja sih sedikit cerita 443 KM yang saya tempuh
dengan motor bebek pertama kali. So, tetap jaga kondisi tubuh jika akan
melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi. Semua bagian motor di cek dan
dipersiapkan. Jangan lupa bawa surat surat motor,surat nikah dan yang penting
jangan lupa bawa uang jajan. Berdoa lah sebelum keluar rumah karena
perjalanan ini dalam kuasa Tuhan dan hal
hal apapun di depan kita,kita belum mengetahuinya.


Komentar
Posting Komentar