SAJAK MALAM-KU
Semalam dan malam ini banyak hal yang tak berguna
Seperti memforsirkan diri untuk suatu hal
Aku mengangkat penaku
Pada suatu malam sa’ bercerita
Seorang teman yang bagai malaikat pemberi wahyu
Pada malam ini sa’ menemukan konstruk yang jelas
Aku terlalu jauh dari-Mu Tuhan
Aku bercerita balada seorang gadis elok
Elok paras dan perangainya
Hal satu yang fulan tak suka
Dia terlalu polos dan lugu
Dan halnya simfoni tak berjalan lancar
Dibilang begitu,tapi tak lancar
Sumbang yang simpang siur
Hatimu ditarik kesana kemari
Aku bersama nya sehelai teman
Aku hampir termakan nafsu jahat
Berpikiran keji untuk memutus pertemanan
Percakapan pertemanan semacam kisah cinta
Antara syukur dan menyesal membumbung
Aku bersyukur,kau menjadi bunga di tulisanku
Tidak dihatiku sebagai bunga
Hanya berkah seangin oleh Tuhan
Kebumen .02 Juli 2016 pkl 00.04
Ketika dunia diciptakan dengan beragam tema dan suku
bahasa,mengapa harus cinta dengan eleginya yang paling enak untuk
diracik. Racikan bumbu yang tersedia pun dengan mudah diolah. Entah dari bahan
yang manis ataupun pahit sekalipun,akan berujung pada suatu prosa yang indah.
Indah bagi yang sewaktu membaca,cocok dengan kondisi hatinya.
Kala itu berbicara tentang konstruk,sama halnya dengan hati
manusia yang terususun dengan suatu konstruk. Kalau pada makalah,akan timbul
suatu konstruk yang terbangun dari teori teori para ahli. Lain halnya dengan
konstruk yang dimiliki oleh hati. Penulis pun tidak tahu apa saja penyusun “hati”
manusia.
Hari ini memasuki bulan Juli di tahun Kabisat
2016. Perkembangan zaman cepat bergulir dan masa masa yang sedang dikenang
tertumpuk oleh kenangan yang sedang
terbangun oleh tahun-tahun berikutnya. Gadget merajalela dan menunjukan strata
social. Psikologi anak berubah menjadi buas dan ingatan anak yang cepat menyerap
pun , menyerap mentah segala informasi yang didapatnya.
Penyalahgunaan hati pun terjadi dalam tahun 2016. Suatu
perkembangan dengan sangat cepat dan kamu akan tertindas bila tak mengikutinya. Baru
baru ini aku berpikir,supaya seseorang tak termakan zaman dan teracuni
informasi,kita harus memiliki sebuah idealisme.
Idealisme itu berguna tidak untuk sebuah hubungan?aku
berfikir betapa kuatnya raungan bila orang sedang jatuh cinta. Yang tadinya
tidak punya uang pun bisa memiliki uang demi mengajak nonton tuan putri. Dan
saya beranggapan, membangun idealismenya jika seorang lelaki dan wanita telah
berumah tangga. Mungkin akan lebih efisien dan sejalan dalam
pengorganisasiannya. Sudah berkeluarga, memiliki anak, cucian, sarapan pagi dan
masih banyak hal yang muncul setelah berkeluarga.
Seorang wanita pun telah terpatriarki di dalam keluarga
itu.Seorang pria memiliki wewenangnya. Rasanya aku sudah bosan membahas feminisme
karna seluruh makalah semester yang saya buat bertemakan feminisme. Biarlah
wanita itu bebas menentukan kemana ia bergerak karna wanita itu memiliki tubuh
sendiri. Sudahlah,kelarin saja tulisan ini. Kesimpulannya adalah suatu manusia
jangan berani berani jauh dari Tuhan-Nya karena dia akan merasakan elegi kronis
yang sangat berbahaya yang berujung hanya untuk sesuatu yang sia-sia.


Komentar
Posting Komentar