SATURNNUS yang MENJIJIKAN



Ketika dibuka lembaran,tidak didapatkan segores bintang dan ukiran bulan di buku ini. Sarang laba-laba yang melebarkan kekuasaanya dari atas dinding ke ujung perbatasan goresan bintang.Setelah lembaran ini dibuka,dirasa tak mendapat apa apa,perjalanan lembaran diteruskan.
Tapi lebih banyak melihat gerakan bumi,tapi dan lebih tetapi lagi berputarnya kebelakang.Dirasa sia belajar rotasi bumi untuk kedepannya kalau hanya didapatkan titik bintang,bukan segores bintang.
            Aku berhenti pada peredaran tata surya ini. Di perjalanan aku bertemu dengan si cantik yang rupawan. Rambutnya panjang harum,tubuh langsing yang menggoda,kulitnya begitu bersih, dan BOOOOOOMMMM, aku menaruh hati padanya. Saturnusku yang cantik. Sosok yang lugu,polos,,dan tidak suka berbohong. Seperti cerita yang dikhayal untuk selimut tidur untuk adik. Planet dengan cincin sebagai mahkota itu mengundang perhatian. Aku merasa sangat bersyukur dan beruntung bertemu dia. Sungguh dan tidak diduga,jarak Saturnus jauh dari duniaku,hampir tidak terlihat jelas. Cincin yang melingkar,terdiri ribuan cincin yang saling bersinergi.
         Oh,bangsat,lembaran ini kenapa ada di sini?lagipula,Saturnus tak seramah diriku.Cincinmu membunuh ku.Aku tak dapat menemukan lembaran dengan oresan bintang dan ukiran bulan.Cincin saturnus penuh fatamorgana.Dunianya tak dapat dihuni olehku.
         Loyalitas yang sempurna itu bagaimana?loyalitas katanya termasuk nilai yang penting bagi mahasiswa ekonomi.Bagaimana dengan mahasiswa seni.Aku tidak loyal dengan lembaranku kali ini.Hanya gara gara persoalan Saturnus,si anjing berwajah manis dan berbulu sutra,lembaranku berkuran keloyalitasannya.

Lembaran apa ini?persetan!!!!!!sarang laba laba mulai mendirikan kemonarkiannya.Sang spider-man memimpin kekuasaan.

SKIP SKIP SKIP

         Ini masih tengah halaman. Peredaran tata surya hampir menuju habisnya. Nada imsyak untuk bulan ini hampir dikumandangkan. Diriku terlalu jauh menaruh jauh dalam Saturnus. Sampai SKIP SKIP SKIP keluar secara berurutan. Sebaiknya aku tak mecari sosok seperti Saturnus. Setidaknya aku tak menghancurkan lembaran buku ini.
          Bumi,tetaplah lestari seiiring dengan perjuangan kaum feminis menyetarakan gender. Masih ada seonggok bumi yang rela menghuni duniaku. Merepresentasikannya dalam lembaran kusam. Absurdnya perjalan bumi,sama ga jelasnya dengan rantai yang saling menyilang membentuk monarki laba-laba.

          Kamu itu apa?jangan Tanya pada penulis.Tapi merenunglah pada peredaran hati setengah malam bulan Juni.

20-06-2016

Komentar

Postingan Populer