Aku Menunggu Bulan Apa (Fiksi)



Malem ini tersisa gerimis.Setelah sebelumnya hujan yang merampok tanah Jakarta .Menggerus dan mengajaknya menjadi pengikut. Namun tidak setia. Tidak kekal. Karna semuanya berhenti ketika hujan berlalu. Jakarta kota penuh kekejaman,penuh polusi dan selalu penuh dan penuh dengan apapun.Tapi suasana ini membuatku terasa nyaman pada saat malam hari.
Ditengah kerasnya Jakarta,ternyata ada waktu yang indah,yaitu malam. Dari gedung ini,aku bisa melihat semuanya.Walaupun lantai 9 pada tingkat gedung ini,tidak bisa menggambarkan betapa besar-NYA kekuasaan-NYA. Hanya sebagian yang bisa kunikmati dari sini.Ya,gerimis sisa yang sudah tak menyisakan bau tanah akibat hujan.Yang ada genangan di trotoar jalan raya dan kubangan kubangan di tengah jalan kehidupan.
                Malam ini aku sedang berpikir tentang cinta. Bersisakan kekuatan tubuh bekas sakit kemarin. Pikiranku melayang pada hoki masing masing tubuh manusia. Apakah ada hubungannya hoki dengan cinta seseorang. Ketika berkenalan dengan seorang wanita,aku bisa langsung akrab.Tapi selalu mentok pada situais yang tidak bisa kujelaskan.Jadi berhenti pada titik tertentu dan pasti hilang.Kali ini aku berpikir bagaimana itu terjadi padamu.Mungkin,”paket lengkapku” sudah kutemui di dunia ini. Pernah terbayang pula,di dunia ini ada satu tulang rusuk yang pas denganku. Dan saat teringat satu,pasti langsung teringat betapa luasnya dunia. Ketika kutemukannya,aku hanya bisa yakin dan semoga bukan sesaat. Dan tulisanmu akan buruk ketika kamu membawa personalnya dan perasaannya kedalam sini. Oke,aku akan memisahkannya.

Sebelum Cinta lahir menjadi Anugerah

Ketika berpikir cinta,aku butuh segelas kopi dan sebatang rokok
Saat aku berpikir,disitulah cintamu terjawab
Butuh apa kau akan cinta?
Hanya sebatas materi?

            Sebelum cinta datang,kamu hadir lebih dulu
Sebelum ranting dan daun meranggas,kamu belum menggagasnya
Tapi disitu,tubuhku sudah mulai merasakan musim hangat
Pasti kamu belum merasakan,karna kamu perempuan

Rokok ku tinggal 3 batang,artinya cukup sedikit aku membahas cinta
Butuh apa kau dengan cinta?
Ketika bulan juni tabah akan hujannya?
Kamu cerah pada bulan april dengan senyuman mataharinya

                Serius,sesungguhnya aku ga bisa membaca pikirannya.Terlampaui sulit.Kadang aku bisa merasakannya dan masuk dalam percakapnnya.Dia bahagia dan terhibur.Tapi setelah itu aku kehilangan jalan untuk menyambung kelangsungan hidup obrolan semesta.Sifat sok tahu muncul dan menjadi cukup garing.Oh,wanita!aku ga bisa mengetahui alur pikiranmu!selalu penuh teka teki dan surga.

Komentar

Postingan Populer